Jumat, 10 Februari 2012

I’m All Right, Honest!

2404069584 0e4ff8df95 b Im All Right, Honest!
I’m all right, honest I am. You see, it’s like this…every time I try to find a quiet place in the house someone comes and interrupts me or tries to snuggle with me or something. I just wanted to find a place where I wouldn’t be bothered. A place where I could curl up and take a nap in peace. So, how about it? Can you please close the door so I can get back to my cat nap?

The Cutest Snuggly Kitty Cat Circle


two cat circle love hug orange white sleep window cute adorable heart The Cutest Snuggly Kitty Cat Circle Everyone knows cats love to snuggle. In fact any time I can slip away, find a warm spot and curl up, I’m pretty happy. But I’ll tell you, until my new friend arrived, I had no idea how wonderful snuggling could be. I wasn’t particularly fond of the new kitty at first. Then one day while I was snuggled up in my favorite spot when my friend came to join me. Be honest, don’t we make the cutest snuggly kitty cat circle?

CAT

small cat Cats And The Risk Of Eczema

The Two Studies

Risk of eczema in the first year of life was at least double in children who had a cat in the house and bearing the mutation; the mutation consists of a filagrin protein deficiency , say Hans Bisgaard of Gentofte University Hospital and his colleagues.
Children exposure to dogs or house dust mites had no effect on the risk of developing eczema, two studies have shown. To reduce the risk of eczema, children with this mutation should not be exposed to cats in the first few months of life.
Filagrina is part of Keratohialine, which can be found in the stratum granulosum of the epidermis and helps reduce water loss and provides protection from the environment. Dr. Bisgaard’s group previously showed that functional gene variants that cause filagrine occurance are the main causes resulting in eczema.
To see if early exposure to allergens is added to the genetic risk, researchers examined two groups, first, in Copenhagen, including 379 infants with an increased risk and the second group, comprising 503 children from Manchester Asthma and Allergy Study.
In both studies, mutations of the filagrine were for the experts the most important influences on the risk of eczema in early ages. In the high risk group, 28% of the children were diagnosed with eczema before the first year (equivalent to 105 children). Among 40 children with serious mutations of filagrine from the Copenhagen group, 18% had a dog in the house at their birth, 11% had a cat and 3% a dog and a cat .
The presence of the cats seems to have been the only factor that increased the risk of allergen eczema, but only in children with mutations in filagrine. The presence of the dogs was associated with a reduction in the occurrence of eczema, but without an interaction with the genotype of filagrine.
In the Manchester group, 37% of the 503 children developed eczema at the age of one year. And here, a small number of children had filagrine mutations (10%, 50 total). They had the same probability of having pets at home as other children. (17% versus 22% had a dog, 13.2% versus 12% had a cat and 5.1% versus 4% had both animals)
The Manchester group confirmed an increased risk of developing eczema by the age of one year, with filagrine mutations, although the increased risk of these children, with a cat in their house, was not so high as in the group in Copenhagen. In this study, one dog in the house showed that tends to have a protective role, but not significantly. No study has demonstrated a significant interaction with house dust mites.
The effect seems to be independent of allergic sensitization, the mechanism is unknown, researchers say. Other possibilities are the pyrogens, such as the colonization of bacteria that enter the respiratory route, or that exposure to cats may be a surrogate marker for other unknown influences of environment which penetrate the skin barrier due to imperfect synthesis of profilagrine.

SUJUD DALAM MIMPI


BUNDA



Bicara Dengan Hati


Dalam setiap kehidupan manusia, pastilah masalah dan pertikaian tak akan lepas dari hidupnya. Ketika pertikaian muncul, pasti akan ada api amarah yang muncul di dalam diri kita. tidak perlu jauh-jauh mencari contoh, saya sendiripun tak pernah lepas dari amarah karena memang saya akui, saya memiliki temprament yang buruk. mulai dari masalah serius, hingga pertikaian karena hal kecil pun dapat memicu api amarah dalam diri saya. hal ini terutama banyak terjadi di antara sepasang kekasih, khususnya anak muda atau remaja yang notabene memang masih labil. tak jarang, pertikaian tersebut berakhir dengan perpisahan, miris. tapi hal buruk seperti perpisahan dapat dihindari bila kita tau cara mengatasinya.

Pertikaian biasanya terjadi karena salah paham atau perbedaan pendapat. adu mulut tak kan bisa diselesaikan dengan mulut, tapi harus dengan hati. bicara dari hati ke hati adalah cara ampuh untuk menyelesaikan pertikaian. ada ungkapan yang mengatakan "Kalau orang bicara dari hati, akan kena ke hati !" ungkapan tersebut memang tidak salah. hati merupakan senjata yang tepat untuk menyelesaikan segala masalah dan memadamkan api amarah. bagi yang kesulitan untuk melakukannya, saya ada sedikit tips untuk kalian :

1. Tarik nafas panjang menarik nafas panjang dan mengatur nafas dapat meredam amarah dalam diri kita, membuat kita dapat kembali berpikir positif.
2. Jadilah si dia berpikirlah dengan sudut pandang si dia, maka anda akan dapat menemukan kesalahan anda dan mengerti kenapa si dia marah kepada kita dan apa penyebab terjadinya pertikaian tersebut.
3. Introspeksi diri hampir sama dengan no 2. intinya singkirkan egoisme dan ingat lagi apa kesalahan kita.
4. Ingat-ingat kebaikan dia ingat kembali kebaikan-kebaikan apa yang telah dia lakukan pada kita. pikirkan lagi, pantaskah kita marah dan mencaci dia yang telah egitu baik pada kita?
5. Minta maaf terlebih dahulu mulailah minta maaf sebelum dia mendahului kita untuk minta maaf. tapi ingat, minta maaf dengan ikhlas dan jangan ajak dia membicarakan pertikaian itu lagi.
6. Ambil hikmahnya setiap masalah pasti ada hikmahnya, belajarlah untuk mengambil hikmah dari setiap masalah dan musibah, niscaya kita akan menjadi orang yang kuat dan senantiasa bersyukur. tak akan terpuruk pada suatu masalah dan mudah untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

hati memang merupakan media yang pas untuk menyelesaikan masalah. mulailah belajar untuk berbicara, melihat, mendengar, dan merasakan menggunakan hati, niscaya kita akan menjadi orang yang terbebas dari segala masalah karena sebenarnya masalah muncul dari pikiran kita yang menganggap suatu kejadian tersebut sebagai suatu masalah/musibah. saya telah membuktikan hasil dari tips di atas, semoga tips di atas juga berhasil untuk kalian. bukan hanya masalah antara sepasang kekasih, perang antar suku, antar negara, demo anarkis, semua bisa diselesaikan dengan tips di atas. asalkan kita mampu bicara dengan hati, tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan.

Love = Cinta



Jamahlah rinduku yang tertuang di lepas malam ini.
Hirup wangi cinta yang semerbak mewangi mengiringi rindu.
Bayang wajahmu menghiasi relung hatiku.
Mewarnai sukma pemandangan jiwa.

Rasa yang dulu terkubur ntah dimana.
Kini bangkit.
Khayalku tak mampu menerka mengapa itu bisa terjadi.
Aku hanya tahu, aku cinta kamu.

Jalinan cinta kita yang suci tanpa noda.
Terhiasi bulir-bulir kenangan indah.
Bersama kita lewati jalan romansa ini.
Taklukkan halang rintang yang setia menemani.

Rembesan hujan tadi menjadi saksi bisu.
Kecupan hangat kuhaturkan untuk menenangkan hatimu.
Menyalurkan cinta.
Menawarkan keraguan hati.

Dengarkanlah bisik hatiku.
Pahamilah bisik hatiku.
Rasakanlah bisik hatiku, dan
Sambutlah bisik hatiku.

Bersama kita tanam benih cinta ini.
Menuai bersama ketika semi datang.
Bertahan saat gugur menyapa.
Mendinginkan ketika panas menyentuh, dan
Menghangatkan saat dingin memeluk.

Ketika ragu menghampiri.
Percayalah aku akan menyeka keraguan itu.
Ketika luka menggoresmu.
Percayalah aku yang memegang penawar luka itu.

Ketahuilah,
Mengertilah,
Tetapkanlah, bahwa
Love = Cinta . . .